Tomorrow Newspaper Today !

Presiden Meresmikan Koloni Laut ke 20 di Laut Banda

Juni 25, 2008 · 4 Komentar

Yogyakarta, Mei 2035

Tadi malam Presiden baru saja meresmikan Koloni Laut ke 20 di Laut Banda. Koloni seluas 10km berbentuk Roda Mobil dan akan dihuni oleh sekitar 2 juta penduduk, telah ditetapkan sebagai standar koloni teraman di dunia, karena anti gelombang tsunami, anti angin ribut, anti hujan debu vulkanik dan anti radiasi sinar ultraviolet.

Sejak bencana alam terdahsyat tahun 2022 lalu yang disebabkan habisnya hutan Indonesia dan telah menewaskan 1 juta penduduk dikarenakan tenggelamnya kota Jakarta, dan beberapa kota lainnya akiabt tsunami dan naiknya permyukaan air laut, serta ledakan jumlah penduduk yang tidak tertampung di daratan kepulauan Indonesia, menjadikan koloni laut menjadi tempat pemukiman masyarakat teraman saat ini.

Pada saat daratan sudah menjadi tidak aman untuk ditinggali lagi, Koloni Laut yang diciptakan oleh Profesor Rio AP dari Universitas Indonesia 10 tahun yang lalu merupakan solusi terjitu luar biasa bagi negara kepulauan seperti Indonesia ini. Dengan Hak Cipta yang dimiliki oleh Prof. Rio ini, koloni yang juga dibangun oleh negara – negara lain, menjadikan Indonesia menjadi negara koloni laut terbesar di dunia.

Koloni laut adalah sebuah kota terapung diatas laut. Berfasilitas apartemen lengkap untuk hunian, Perkantoran, Pariwisata dan hiburan. Energi kota ini dihasilkan dari beberapa sumber, yaitu air laut dan arus laut yang dirubah menjadi energi listrik. Pangan penduduk koloni dijamin dengan adanya area pertanian di bagian bawah koloni di bawah permukaan laut dengan teknologi aerofonik dan hidrofonik serta peternakan organik. Sedangkan sampah sampah rumah tangga dan industri disedot lalu di recycle dikoloni ini juga.

Koloni ini disebut koloni teraman karena tidak dapat diterbalikkan gelombang sebesar tsunami sekalipun, tidak dapat tenggelam ataupun terlempar ke udara, memiliki lapisan pelindung ultra violet (sejak rusaknya ozon).

Koloni ke 20 yang baru saja diresmikan merupakan koloni dengan entertainment paling canggih dengan adanya Arena balapan Bawah Laut, restoran bawah laut, serta sekolah melukis ikan. Sejak koloni ini baru dibangun, lokasi apartemen dan dagang telah habis terjual dalam waktu singkat.

Arena balapan bawah laut merupakan pengembangan dari arena Ring Race di Koloni ke 19, karena masyarakat bosan melihat balapan memutari koloni berbentuk Ban Dalam Mobil itu.

Profesor Rio AP yang pada tahun 2015 lulus ujian S3 dengan cum laude dengan tesis ‘Teknologi Kelautan Solusi Satu Satunya Bagi Bangsa Indonesia’ berpendapat bahwa sangat disayangkan Negara Indonesia yang aeranya lebhi banyak lautan dari pada daratan tidak memanfaatkan Teknologi Kelautan dengan sebaik baiknya.

Pada tahun 2017 Profesor Rio AP kemudian mendirikan Universitas Teknologi Kelautan dan merekrut para sarjana Teknologi Kelautan dari seluruh dunia. Universitas ini kemudian menampung ribuan mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia.

Para lulusan Universitas ini kemudian ditampung di IndoMarine Industry Corp milik Kakek Profesor Rio AP yang kemudian pada tahun 2021 berhasil membangun Koloni Laut pertama didunia yang sanggup menampung sampai 500.000 orang. Sayang sekali, proyek ini dinilai sebelah mata oleh masyarakat sehingga koloni ini hanya terisi 25 %- nya saja. Namun sejak terjadi nya bencana dahsyat nasional akibat penebangan hutan yang luar biasa karena kerakusan para pejabat yang menyebabkan kota Jakarta dan beberapa kota di Indonesia tenggelam, akhirnya Koloni Laut menjadi buruan.

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang akhirnya memberikan tanda jasa dan hadiah Nobel bagi Profesor Rio AP karena jasa jasanya dalam memberikan solusi bagi umat manusia. Menurut presiden RI, Koloni Laut adalah solusi tepat pada saat Masyarakat Indonesia terancam bencana alam yang tiada henti, solusi tepat atas masalah integritas negara kepulauan luar Indonesia terancam direbut negara tetangga, solusi tepat atas masalah ledakan penduduk, solusi tepat atas produksi pangan nasional.

Minggu depan Presiden RI akan memberikan tanda jasa kepada Kepala Staf Angkatan Laut atas jasa jasanya memberantas bajak laut di perariran Indonesia. Saat ini, Armada Angkatan Laut Indonesia adalah armada terbesar dan tercanggih di dunia.

(GNI)

Kategori: Invention · Science & Technology
Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

4 tanggapan so far ↓

  • Singal // Juni 25, 2008 pada 1:56 pm | Balas

    Pada tahun 2030 prof. Linglung tamatan terbaik Universitas Teknologi Kelautan, membuat percobaan langsung dengan tsunami buatannya sendiri, dan semuanya tenggelam.

  • papario // Juni 26, 2008 pada 4:09 am | Balas

    wakakakak…! :D , itu berarti muridnya Prof Rio juga jenius, bisa membuat tsunami buatan. Perlu diberi hadiah nobel juga tuh…!. Salam Pak Singal !.

  • rahmat // Juli 22, 2008 pada 1:57 pm | Balas

    Mudah2an teknologi kelautan Indonesia menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan didunia kelautan

  • papario // Juli 23, 2008 pada 7:34 am | Balas

    ya, negara yang memiliki area kelautan sangat luas, adalah harta karun yang luar biasa nilainya. Sayang sekali eksploitasinya hanya sebatas keperluan ‘konvensional’ misalnya, perikanan. Padahal kita bisa membangun lebih banyak diatas laut. Itulah kenapa teknologi kelautan merupakan prospek terbesar dimasa depan. Trims partisipasinya.

Tinggalkan sebuah Komentar