Masukan dari Agustus 2008
Bulletin Kesehatan Indonesia
Bandung, 23 Juni 2018
Pada pembukaan Pekan Raya Jakarta kemarin, Gubernur DKI – Mamat Suleman mengumumkan telah dikeluarkannya KTP terbaru khusus bagi penduduk Ibukota DKI Jakarta. KTP yang berupa kartu plastik bermagnit selayaknya kartu kredit ini, tidak hanya berisi identitas pribadi si pemegang kartu, seperti Nomor KTP, Nama, tanggal lahir dan golongan darah, tetapi juga menyimpan kode untuk mengakses Medical Record yang bersangkutan di Pusat Database Medical Record Penduduk di Departemen Kesehatan RI.
Dengan telah dapat diaksesnya Pusat Database ini, maka setiap Rumah Sakit, Klinik atau dokter, tidak perlu lagi mencari cari data rekam medis si pasien, dan si pasien tidak perlu menunggu terlalu lama untuk berobat. Termasuk dokter akan lebih akurat dalam memberikan diagnosa.
Selama ini Data Rekam Medis (DRM) atau Medical Record tidak terpusat. DRM satu orang bisa menyebar di dokter – dokter, klinik dan rumah sakit karena berbagai hal. Misalnya karena waktu kecil berobat ke dokter anak, dewasa ke dokter lain, pindah rumah atau tidak suka dengan dokter ini pindah ke dokter lain. Sementara itu selama puluhan tahun, DRM tidak disatukan. Baik oleh pasien ataupun oleh pihak berwenang.
Penyebaran data ini menyebabkan informasi yang didapatkan oleh dokter menjadi kurang sehingga diagnosa dokter menjadi tidak akurat. Hal ini akan merugikan si pasien sendiri bisa terjadi salah pengobatan atau malpraktek.
Walaupun pihak DPR menentang pola ini, dengan alasan kerahasiaan data pribadi menjadi tidak terjaga karena data elektronik bisa dengan mudah dibajak, namun Pihak Departemen Kesehatan menganggap ini kekhawatiran kuno. Apalagi pakar telematika Rio Saryo menegaskan bahwa keamanan data DRM terjamin karena sudah diapprove oleh konsultan IT.
Dalam waktu dekat tidak hanya penduduk DKI, tetapi juga masyarakat seluruh Indonesia akan merasakan fasilitas ini. Minggu depan Menteri Kesehatan RI akan diundang oleh WHO untuk menerima penghargaan atas inovasinya ini.
(BKI)
Kategori: Invention · Science & Technology
Ditandai: data, DRM, kesehatan, KTP, medical, medis, record, rekam, WHO
Klenik.com
Yogyakarta, Juni 2040
Sejak Tenggelamnya Jakarta akibat kenaikan permukaan air laut dan tsunami, maka Ibukota Indonesia yang telah dipindahkan ke Yogyakarta perlu didevelop kembali agar tidak tertinggal dengan negara lain. Terutama dengan adanya Kosmopolitan Award dari PBB yang akan diumumkan bulan depan, Presiden Indonesia menyatakan tekadnya agar Award tersebut jatuh ke tangan Indonesia bagaimanapun caranya.
Maka beliau menugaskan Menteri Teknologi Indonesia, Profesor Jousuf Habibah untuk menjawab tantangan ini. Tantangan ini diterima dengan terpaksa oleh Menteri – dimana dalam waktu satu bulan Yogyakarta sudah harus menjadi kota Metropolitan terbesar di Dunia.
Akhirnya Selasa lalu setelah berkolaborasi dengan Menteri Kebudayaan DR. Sri Suparti, diadakan Summit Meeting yang berjudul : ‘Meet The Demit’ di Yogyakarta. Dalam Meeting itu, Menteri Teknologi Indonesia, Profesor Jousuf Habibah menandatangani kerjasama dengan Menteri Tenaga Kerja Kerajaan Demit dalam rangka percepatan pembangunan kota Yogyakarta menjadi kota Metropolitan tercanggih untuk mengalahkan New York, Hongkong dan Singapura.
Perjanjian ini berisi pengerahan masa Kerajaan Demit baik yang ada di Laut selatan maupun yang ada di Gunung Merapi untuk pembangunan Pencakar Langit 10.000 tower dan satu Malioboro Tower sebagai Menara tertinggi didunia dalam waktu satu bulan.
“Saya mencoba untuk napak tilas sejarah Pembangunan Candi Borobudur atau Perahu Sangkuriang” kata Ibu Sri Suparti. “Kalau dulu bisa, kenapa sekarang tidak bisa ?”.
Sebagai pertukaran, maka Negara Indonesia menyumbangkan 10.000 tumpeng selama 7 hari 7 malam di pantai laut selatan dan Gunung Merapi. Besok, Gubernur Yogyakarta telah menyediakan 1000 tumpeng sebagai panjar / uang muka.
(GNI)
Kategori: Social Economy
Ditandai: Award, demit, Hong Kong, Indonesia, kosmopolitan, malioboro, menteri, merapi, New York, PBB, Presiden, Singapura, teknologi, tumpeng, yogyakarta
Electronic Dreams
Tokyo, 21 Agustus 2014
Sukses dengan Nintendo Insomnia yang mengangkat nama Nintendo menjadi perusahaan kelas dunia membuat Nintendo didaulat menjadi perusahaan paling inovatif nomor satu mengalahkan Sony, Apple dan Microsoft.Nintendo adalah perusahaan yang pertama kali menerapkan teknologi hologram kedalam produk elektroniknya. Produk ini merubah kelaziman berkomunikasi dengan data, mesin dan internet selama ini.
Dengan teknologi Hologram, pemilik Nintendo Insomnia dapat berkomunikasi dengan holografik navigator seakan akan berbicara dengan seorang sahabat. Kecerdasan atau pengetahuan Navigator atau pemandu didapat dari internet. Saat ini Nintendo Insomnia telah menjadi produk yang paling laku keras didunia dan Nintendo telah mendapatkan hak paten untuk mengembangkan teknologi holografik untuk 100 tahun kedepan.
Nintendo tidak berhenti sampai disini. Kemarin pada Electronic Entertainment Expo (E3) di Tokyo, Nintendo kembali memperkenalkan produk holografik baru : Nintendo Escort. Nintendo Escort adalah pengembangan dari Nintendo Insomnia. Dibuat oleh divisi baru yang terpisah dengan divisi Electronic Gaming.
Nintendo Escort menegaskan kembali perubahan paradigma cara berkomunikasi data, mesin dan internet melalui media hologram. Seperti halnya Nintendo Insomnia, pemilik Nintendo Escort dapat mengakses data di Internet cukup dengan perintah suara, dan menerima respon juga dengan suara. Voice to Voice Communication (VTV). Teknologi inipun telah dipatenkan oleh Insomnia.
Selain dapat dijadikan teman ngobrol yang pintar, Escort juga adalah guru yang pintar. Dengan Nintendo Escort, seorang anak tidak perlu datang kesekolah untuk mendapat pelajaran dan soal soal dari guru. Bahkan tidak perlu memiliki buku pelajaran. Soal soal diberikan secara lisan, jawabanpun diterima dengan lisan. Hebatnya, semua dapat dilakukan dalam 17 bahasa pilihan. Anak dapat memilih ’skin’ guru yang diinginkan. pria – wanita, tua – muda, bahkan seekor anjing berbahasa manusia.
Yang membedakan Escort dengan Insomnia adalah pengembangan teknologi ‘Data Approval System’ (DAS). Pemilik Escort dapat membeli tiket pesawat, kereta api, atau tiket tour secara online hanya dengan perintah suara, dapat membeli donat atau buku dengan perintah suara. Pemilik Escort tidak perlu mengetik keyboard atau melihat kelayar monitor (karena keduanya memang tidak diperlukan). Bila tiket atau barang yang diminta tersedia, maka melalui Escort, rekening E-Wallet pemilik akan terdebit secara otomatis.
Hanya dengan perintah suara, Escort juga dapat memesankan taksi datang kerumah, tanpa perlu kita menelepon.
Escort akan dijual sedikit lebih mahal dari Insomnia, yaitu US$ 6.000,00.-.
Sony dan Microsoft yang telah tertinggal , sat ini sedang berusaha mengembangkan pesaing produk ini. Rencananya Sony akan mengeluarkan Sony HPP (HoloPal Portable). Sedangkan Microsoft akan mengeluarkan Microsoft HoloBuddy. Sony PHP akan keluar dengan versi portable yang dapat dibawa kemana mana.
(
Kategori: Electronic Entertainment · Invention · Science & Technology
Ditandai: apple, E3, elektronik, escort, guru, hologram, Insomnia, internet, komunikasi, microsoft, nintendo, paten, pesan, Portable, Sony, tiket, tokyo, voice, wallet
Bulletin Kesehatan Indonesia
Jakarta, 15 September 2009
Saat ini dunia kedokteran sudah semakin banyak berkolaborasi dengan praktek medis tradisional. Semakin menjamur praktek dokter yang digabung dengan tusuk jarum, dokter dengan obat obatan china, dokter plus pijat refleksi.
Keampuhan dan kemanjuran praktek kesehatan tradisional atau sering disebut juga “Evidence Based Medicine” kini tidak hanya menjadi referensi, tetapi juga dipraktekkan di dunia kesehatan dan kedokteran. Para dokter yang selema ini mempraktekkan ilmu kedokteran murni, telah menggabungkan teorinya dengan jenis pengobatan ini.
Kini dunia kedokteran dikejutkan dengan bergabungnya ilmu santet dengan praktek kedokteran. Setelah beberapa kali melakukan operasi yang digabungkan dengan santet, Dr. Yani dari RS. Umum Jakarta minggu lalu telah berani mempublikasikan dan memdemokan praktek ini.
Dalam satu event operasi pengangkatan gunting dari perut seorang pasien gara gara malpraktek, Dr. Yani membuktikan bahwa penggunaan ilmu santet dapat dimanfaatkan dunia kedokteran, tanpa dampak negatif, lebih efisien waktu dan biaya, dan efektif tanpa melukai pasien.
Setelah di rontgen dan hasilnya ditunjukkan kepada dewan dan wartawan yang diundang untuk menyaksikan operasi ini, hanya dalam waktu 5 menit, gunting yang ada dalam perut pasien telah dapat dikeluarkan. Mbah Rossi sebagai dukun santet yang menjadi partner Dr. Yani, tertawa menunjukkan gunting yang telah ‘diambilnya’ dari perut pasien. Setelah di rontgen ulang, sudah tidak ada lagi gunting di dalam perut pasien tersebut, dan pasien langsung bisa pulang pada keesokan harinya setelah lulus observasi ulang dari tim departemen kesehatan.
Namun sampai saat ini dari Depkes belum memberikan tanggapan resmi atas praktek ini. “Selama ini santet adalah ilmu yang dikonotasikan negatif karena digunakan secara tidak bermoral oleh ahlinya.” Kata Dr. Yani dalam jumpa pers kemarin. “Saya penganut teori paradoks. Ilmu ini akan menjadi manfaat yang luar biasa bila digunakan untuk kebaikan. Para dukun itu selama ini belum dapat memanfaatkan ilmunya untuk kebaikan karena ‘order’ yang mereka terima ‘ya… yang seperti itu – itu’”.
Beliau kemudian menambahkan, “Saya ingin membuktikan bahwa ilmu itu semua bermanfaat. Tergantung siapa yang menggunakannya. Kalau digunakan untuk kejahatan, mubazir dan mudharatlah ilmu itu, namun bila digunakan untuk kebaikan, maka bermanfaatlah ilmu itu.”.
Pada akhir acara jumpa pers, beliau menyampaikan rencana selanjutnya, yaitu ingin menerapkan ilmu santet untuak pengangkatan sel – sel kanker. “Kalau dunia kedokteran barat mencoba mengembangkan nanoteknologi untuk pengangkatan sel kanker dan lainnya, saya ingin membuktikan bahwa Indonesia bisa melakukan dengan teknologinya sendiri”.
Ketika ditanya wartawan mengenai ilmu santet dikaitkan dengan Fisika StarTrek terutama mengenai teletransportasi, Dr. Yani menjawab “Nanti biar Mbah Rossi saja yang menjawab. Itu bukan kompetensi saya.”.
Mbah Rossi sempat menjawab pertanyaan tersebut “Selama ini saya hanya memindahkan benda mati. Saya belum pernah memindahkan mahluk hidup. Siapa yang mau saya coba pindahkan ke tempat lain ?”. Para wartawan sontak minggat.
(BKI).
Kategori: Life & Social Activities · Science & Technology
Ditandai: biaya, cina, depkes, dokter, dukun, efektif, efisien, Evidence, jarum, kedokteran, kesehatan, kolaborasi, malpraktek, medicine, medis, observasi, pijak, praktek, referensi, refleksi, rontgen, santet, tradisional, tusuk
Entertainment Today
Jakarta, 1 Januari 2014
Hari ini Menteri Penerangan meresmikan Televisi Konsumen (TVK) yang pertama di Indonesia. Stasiun yang dimiliki oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) setelah menyiarkan siaran percobaan selama 3 bulan ternyata mendapat sambutan baik masyarakat.
Ditengah persaingan bisnis informasi dan hiburan melalui televisi, TVK hadir menyajikan nuansa yang berbeda. Materi program acara sepenuhnya adalah edukasi yang sehat kepada masyarakat sebagai konsumen di seluruh bidang. Seperti bidang kesehatan, bidang transportasi, bidang telekomunikasi, bidang jasa dan lain lain.
Dari hasil questioner program yang didapat, beberapa acara favorit konsumen dalam siaran percobaan yang lalu antara lain edukasi mengenai produk makanan, bahan makanan, makanan kalengan, jajanan dan suplemen yang tidak sehat atau tidak memenuhi syarat, edukasi mengenai obat – obatan yang tidak memenuhi syarat, edukasi mengenai mainan (plastik) yang berbahaya buat anak anak, edukasi mengenai game – game komputer dan console yang tidak baik buat anak anak.
Komentar positif datang dari masyarakat. “Selama ini informasi seperti ini tidak mudah saya dapatkan. Informasi ini sangat bermanfaat buat keluarga saya. Terimakasih TVK” kata Sugeng salah satu pemirsa TVK.
“Memang selama ini informasi yang kami sebarluaskan tidak banyak sampai ke masyarakat. Media yang kami gunakan hanya media below the line, misalnya Majalah Konsumen bulanan, hanya menjangkau masyarakat terbatas” ujar Ketua YLKI. “Setelah mendapat dana dari Lembaga Konsumen Inggris dan Amerika, akhirnya melalui media above the line ini (red: televisi) informasi YLKI dapat menjangkau sampai ke pelosok – pelosok.
TVK saat ini belum mendapat dukungan luas. Baik dari pemerintah, maupun lainnya. Sangat sedikit iklan yang ditayangkan. “Kami masih selektif dalam menyajikan iklan. Beberapa iklan memang perlu dirubah penyajiannya agar sejalan dengan misi kami: Memberi Perlindungan kepada Konsumen Indonesia”.
Sebaliknya, banyak juga lembaga yang tertarik untuk bergabung dengan TVK. Misalnya LSF (Lembaga Sensor Film), BPS (Biro Pusat Statistik), YLKAI (Yayasan Lembaga Konsumen Asuransi Indonesia). “Tidak masalah” kata Ketua YLKI, “Selama materi informasi tetap berkaitan dengan perlindungan konsumen. Dalam hal ini adalah masyarakat Indonesia”.
(ET).
Kategori: Business · Entertainment
Ditandai: above, anak, below, bisnis, console, edukasi, favorit, game, hiburan, iklan, Indonesia, industri, informasi, jajanan, komputer, konsumen, makanan, media, menteri, obat, pelosok, pemerintah, penerangan, questioner, siaran, stasiun, suplemen, syarat, televisi, YLKI
Marketing Professional Magazine
Jakarta, 7 Januari 2011
Pengaruh globalisasi semakin mendera industri lokal. Di bisnis supermarket, sudah banyak jatuh korban. Puluhan supermarket lokal dan pasar tradisional tutup dan gulung tikar sejak supermarket asing masuk dan merambah pasar retil.
Selain memperbanyak outlet hingga ke pelosok, supermarket asing pun mengakuisisi perusahaan supermarket lokal bahkan pasar tradisional. Hampir sudah tidak ada tempat lagi usaha retil bagi pengusaha lokal terutama di daerah perkotaan. Bahkan produk – produk khas lokal seperti makanan daerah, pakaian dan industri kerajinan lokal dapat ditemukan di supermarket – supermarket asing tersebut.
Namun ditengah persaingan yang sangat ketat ini, masih ada satu supermarket lokal yang bertahan. Gamala Mart yang baru tumbuh dua tahun yang lalu tetap hadir dan bahkan semakin tumbuh di masyarakat dengan konsep penjualan yang berbeda.
Dimulai dari kota Semarang, dan akhirnya outletnya hadir di kota kota besar lainnya, Gamala Mart tidak banyak menyajikan produk – produk generik seperti yang ada di supermarket – supermarket biasa.
“Saya tidak mau seperti supermarket lokal lain yang menyajikan produk yang sama dengan yang dijual di supermarket asing dan akhirnya tidak mampu bersaing” ujar Karce sang pemilik Gamala Mart.
Produk yang dijual di Gamala Mart memang bukan produk yang biasa dipajang di “etalase’ supermarket. Apabila supermarket biasa menyajikan begitu banyak produk, Gamala Mart menyajikan lebih sedikit produk namun variannya sangat beragam.
Bayangkan saja, Gamala Mart sanggup menyajikan 150 merek rokok yang didapatkan dari berbagai industri lokal di seluruh Indonesia, 45 jenis tepung makanan (terigu, gandum dll), 75 merek kecap, sampai puluhan ribu kaset, CD dan PH lagu lagu dan filem kuno atau langka.
Keberhasilan Gamala Mart menjadi satu studi yang menarik di Akademi Marketing MarkPlus. Hermawan Kertajaya mengatakan “Gamala Mart mengadopsi prinsip Long Tail-nya Chris Anderson yang populer beberapa tahun yang lalu”.
Walaupun strategi ini sempat ditertawakan oleh supermarket lokal lain di awal pertumbuhannya, namun ternyata peminat barang langka sangat banyak.
“Saya akhirnya tidak perlu jauh jauh pulang kampung untuk membeli rokok kesukaan saya” begitu kata salah seorang pelanggan. “Saya juga dapat mengkoleksi CD – CD Rock ‘n Roll kesukaan saya yang tadinya sulit ditemukan dan perlu biaya mahal untuk mendapatkannya”.
“Memang tidak banyak jenis produk yang ada di Supermarket saya.”. Kata Karce. “Saya hanya menjual jenis produk primer yang banyak diminati masyarakat, namun variannya sangat banyak. Bila jenis produk yang dijual di supermarket itu dihitung banyaknya secara vertikal, maka produk di supermarket saya, secara vertikal sedikit, namun secara horizontal sangat banyak. Dan saya yakin, karena selera pasar tidak dapat diatur, maka demand atas produk non generik tersebut sangat tinggi.”.
(MPM)
Kategori: Business · Social Economy
Ditandai: film, rokok, generik, globalisasi, mart, supermarket, lokal, asing, long, tail, Chris, Anderson, kecap, kaset, kuno, langka, outlet, tradisional, retil, retail
Metropolitan News.
Jakarta, 5 Januari 2009
Masyarakat Indonesia ternyata tertarik dengan masalah Gay. Film ‘Gay’ yang disutradarai oleh Bung Hanung Pramantyo ternyata laku keras. Seperti halnya Ayat Ayat Cinta, film ini diserbu oleh penonton yang sebagian besar ibu ibu.
“Saya tidak ingin anak saya menjadi gay, jadi saya ingin tahu mengenai dunia mereka” komentar beberapa ibu ibu yang datang.
Film ‘Gay’ sendiri sebenarnya bercerita tentang perjalanan hidup seorang pria yang dahulunya bukan gay. Lukman Sardi sebagai pemeran utama mengatakan “Ceritanya unik dan menarik. Ini yang membuat saya tertarik memerankan Samsudin sang Gay”. Lanjutnya “Tokoh ini pada dasarnya bukan gay. Namun dia menjadi gay karena selama hidupnya setelah menikah dikekang oleh kecemburuan istrinya yang tidak menentu.”
“Bayangkan !” kata Anissa pemeran istri Samsudin “ Jangankan bicara sama perempuan, melirik wanita saja tidak boleh !. Baik itu dirumah, dijalan bahkan dalam pekerjaan”.
“Akhirnya, karena tokoh ini tidak pernah bergaul dengan wanita, setiap hari bergaul dengan pria, timbullah hasratnya kepada pria. Apalagi ternyata istrinya tidak mengerti dan terkadang menolak hasrat suami yang libidonya ternyata cukup tinggi”. Komentar Lukman.
“Samsudin yang malang” komentar Daeng Cotto pemilik Franchise Coto Makasar yang dalam satu saat mengajak ketiga istrinya nonton di Megaplex.
(MN)
Kategori: Entertainment
Ditandai: ayat, bioskop, Cinta, coto, film, gay, Hanung, ibu, istri, lukman, makasar, Megaplex, sardi
PERINGATAN !
TAK SATUPUN ARTIKEL DI BLOG INI ADALAH KENYATAAN. MEREKA SEMUA CUMA HAYALAN PENULIS. MOHON PERHATIKAN BLOG INI BAIK _ BAIK. JUDUL, TANGGAL dan KETERANGAN DI ABOUT.
Buat teman teman yang agak kurang memperhatikan tujuan dibuat blog ini ( judul, tanggal, about), saya mintaa maaf apabila merasa tertipu bila menganggap tulisan tulisan di blog ini adalah kenyataan. Mereka semua hanya hayalan!.
Terimakasih atas perhatiannya.
Salam
Papario.
********************************************************************************************
BizToday
New York, 24 April 2009
Hanung Bramantyo dan Kang Abik ( Habiburrahman El Shirazi) boleh merasa sangat puas. Idealisme untuk membuat novel Ayat Ayat Cinta menjadi fiksi kelas dunia menjadi kenyataan.
Bagaimana tidak, pada saat Kang Abik sang penulis mendapat penawaran dari Marc Foster sutradara film nominator Oscar “The Kite Runner” ( dari novel karangan Khaled Hosseini) yang sukses untuk membuat remake film Ayat Ayat Cinta, beliau langsung setuju dan mengajak serta Sutradara Hanung Bramantyo untuk terlibat.

Penulis dan Hanung Bramantyo
“Saya sangat gembira atas penawaran Marc karena idealisme saya yang belum tercapai, kini dapat saya wujudkan” kata Bung Hanung kepada penulis.
“Akhirnya novel saya yang mengandung dakwah Islam tembus hollywood” kata Kang Abik.
“Ayat Ayat Cinta adalah sebuah novel luar biasa. Masyarakat dunia harus menyaksikan sebuah kemurnian cinta yang universal” kata Mark Foster. Dibawah bendera Universal Pictures, Marc memberi kesempatan Bung Hanung untuk menyutradarai filem ini. Marc akan menjadi produsernya saja.
Para kritikus filem Indonesia memberikan pujian kepada filem ini. “Saya beri empat jempol untuk Remake Ayat Ayat cinta”. Mulai dari pemeran yang memberikan karakter yang hebat, sinematografi yang mampu menampilkan adegan yang menyentuh bahkan isi pikiran dari setiap tokoh dengan baik, pemandangan atau panorama mesir yang luar biasa ditampilkan begitu indah, kostum yang sempurna, penggunaan bahasa asli yang indah, membuat film ini layak dijadikan sebuah masterpiece” komentar Deddy Mizwar.
Kesuksesan filem ini tidak perlu diragukan lagi. Tercatat 3 juta penonton pada 3 hari pertama pemutaran perdana di seluruh Indonesia dan berhasil menembus box office hollywood selama 3 minggu.
Novel Ayat Ayat cinta yang baru selesai disadur dalam berbagai bahasa, laku keras di AS, Pakistan, Inggris, Perancis dan Malaysia.
(BT)
Kategori: Entertainment
Ditandai: Abik, AS, ayat, box, bramantyo, Cinta, dakwah, deddy, dunia, fiksi, foster, habiburrahman, Hanung, holywood, Hosseini, idealisme, Inggris, Islam, Khaled, Kite, Malaysia, marc, masterpiece, mizwar, novel, office, Pakistan, Perancis, remake, Runner, sinema, sutradara, universal
BisnisAsia.com
Singapore, 12 Januari 2025
Hampir 10 tahun ekonomi Asia mengalami keterpurukan. Inflasi mencapai 30% selama 2 tahun ini. banyak bisnis terutama di Asia Tenggara mengalami kehancuran, terutama bisnis generik, yaitu bisnis yang tingkat persaingannya sangat tinggi dan dimiliki oleh hampir semua negara, karena tidak bisa bersaing dari sisi tarif dan pelayanan. Di Indonesia, pengusaha kecil dan menengah hampir tidak bisa berkutik menghadapi derasnya produk luar.
Globalisasi yang semakin meluas berdampak semakih legalnya industri – industri haram di Asia yang sebelumnya dilarang. Industri perjudian, pornografi dan miras malah melonjak tajam. Dengan alasan HAM dan Globalisasi, negara negara maju memaksakan negara berkembang untuk menerimanya.
Walaupun tingkat investasi di Asia Tenggara cukup tinggi, ekonomi masyarakat tidak mengalami peningkatan. Namun uniknya ada beberapa bisnis terutama yang menerapkan prinsip syariah masih tetap bertahan dan berkembang walaupun didera krisis. Diantaranya bisnis perbankan syariah, asuransi syariah, hotel syariah. Hal ini disampaikan oleh Pakar Syariah Prof. DR. Syafei Antonio dalam ceramahnya di ASIA BUSINESS SUMMIT di Singapore tahun 2020 lalu.
Setelah 5 tahun pertama terpuruknya ekonomi Asia, dalam ASEAN SUMMIT 2020 di Surakarta, akhirnya diputuskan untuk lebih banyak menerapkan prinsip – prinsip syarih di setiap lini bisnis, karena terbukti fairness dan transparansi dalam bisnis yang menerapkan bisnis syariah, menghindari semua pihak yang terlibat didalamnya dari kerugian. Selain itu bisnis Syariah terbukti sangat diminati oleh masyarakat sehingga menekan pertumbuhan bisnis haram sesuai keyakinan masyarakat serta tata krama asia.
Indonesia dan Malaysia akan menjadi negara pusat pendidikan dan opelatihan bisnis syariah bagi negara – negara Asia lainnya agar pertumbuhan bisnis syariah di Asia dapat cepat dilaksanakan.
Di tahun 2025 ini Asia telah menerapkan 100% ekonomi syariah dan berhasil memulihkan kondisi ekonomi dan sosial negara negara Asia.

Antonio Syafei Pakar Syariah & Me on a Summit 2008
(BA)
Kategori: Business · Social Economy · Uncategorized
Ditandai: Antonio, Asia, bisnis, economy, ekonomi, generik, globalisasi, inflasi, krisis, pakar, singapore, Surakarta, Syafei, syaria, syariah
Metropolitan News
Pemilu 2015 Tidak Lagi Diselenggarakan Secara Konvensional
Jakarta, 5 Mei 2013
Pemerintah dan DPR akhirnya menyetujui, penyelenggaraan Pemilu 2015 akan dilakukan secara elektronik, tidak lagi dengan cara pencoblosan manual.
Perubahan ini diharapkan dapat mempercepat perhitungan hasil pemilu. Perdebatan cukup alot terjadi sebelumnya di DPR, namun akhirnya 70% suara memilih untuk merubah tata cara Pemilu 2015.
Kalangan DPR yang menolak komputerisasi pencoblosan khawatir akan terjadi permainan atau manipulasi dalam program komputer pemilihan sehingga hasil pemilu dapat direkayasa dan tidak transparan. Sedangkan kalangan lainnya mencoba merubah ke dalam bentuk elektronik karena hasilnya bisa langsung diketahui dan dapat meminimasi kecurangan. Sedangkan cara pencoblosan manual juga tidak menjamin hasil pemilu juga benar, jujur dan transparan.
Kesepakatan atas perubahan tata cara pencoblosan pemilu ini terjadi setelah adanya jaminan dari Ketua KPU bahwa pemilihan secara elektronik dapat dipertanggung jawabkan. Pengawasan atas program dan hasil pemilihan akan dikontrol dan diaudit oleh 3 badan ahli independen sekaligus.
Dengan sistem pemilu yang terbaru ini, maka hasil pemilu langsung dapat diketahui langsung pada hari yang sama di satu propinsi. Sedangkan untuk seluruh propinsi baru diketahui pada hari kedua (karena pemilu di seluruh daerah di Indonesia berlangsung tidak pada hari yang sama).
Masyarakat tahun depan akan dapat menyaksikan demo atau uji coba pemilu secara elektronik yang akan dilaksanakan secara acak di 100 kelurahan yang tersebar di seluruh Indonesia. Pemilih datang langsung ke tempat pemilihan dan memilih gambar partai yang muncul layar komputer, lalu memencet gambar tersebut di layar. Cara ini bisa juga mengakomodasi para tuna netra.
(MN)
Kategori: Life & Social Activities
Ditandai: cobols, DPR, elektronik, independen, konvensional, KPU, pemilu