Tomorrow Newspaper Today !

Entries tagged as ‘BBM’

Swasembada Masyarakat Melepaskan Ketergantungan Pada Listrik PLN

Juli 15, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Harian Swasembada
Jakarta, 1 Juni 2010

Sejak dua tahun yang lalu, Pemadaman Listrik di DKI semakin merajalele. Hampir setiap siang atau malam setiap area di kebanyakan wilayah padam selama 6 jam. “Ini sebuah kejahatan !” kata Pakar Telematika Rio Suryo. Sekolah Tinggi Telematika di bilangan Menteng miliknya selalu menjadi sasaran pemadaman.

Mau bagaimana lagi !, pasokan energi untuk listrik masih sangat terbatas !” begitu komentar Direktur PLN ketika ditanya pada satu kesempatan. Sementara itu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir batal dibangun karena protes keras masyarakat.

Namun saat ini, masa itu sudah lewat. Dominasi PLN sebagai pemasok listrik sudah lewat. PLN sudah tidak lagi bisa hanya ‘jualan listrik’ saja, PLN sudah saatnya berempati pada kebutuhan masayarakat akan layanan. Kini PLN mulai kewalahan karena turunnya demand pelanggan sejak masyarakat mulai memanfaatkan solusi yang ditawarkan oleh perguruan tinggi yang bekerja sama dengan LSM – LSM dan beberapa pengusaha kecil dan menengah.

Hal ini sudah pernah terjadi dengan Pertamina beberapa belas tahun yang lalu sejak terlena mendominasi pasokan minyak di Indonesia, kemudian tersadar pangsa pasarnya turun sejak hadirnya pesaing seperti Shell dan Petronas yang lebih memahami kebutuhan nasabah atas layanan. Setelah melakukan transformasi menjadi perusahaan yang mengedepankan Emotional Benefit, Pertamina kini telah menjadi perusahaan yang diacungi jempol dengan layanan yang bermutu dan memuaskan. Saat ini malah Pertamina tengah mempersiapkan diri untuk menjadi perusahaan yang mengedepankan Spiritual Benefit, dimana mereka tidak hanya mencari keuntungan semata, tetapi lebih mengedepankan kemaslahatan umat.

Beberapa project Pertamina yang akan diujicobakan adalah penggantian bahan bakar fosil dengan bahan bakar air dan implementasi Blue Energy. Project ini diharapkan akan menurunkan kadar polusi dan lebih Earth Friendly. Project ini juga didanai oleh The Global Warming Awareness Program dari PBB.

Kembali ke PLN, mungkinkah kini saatnya mereka melakukan Transformasi ?. “Sudah cukup dengan jargon penghematan !”, begitu kata ketua LSM Laskar Mandiri. “Sudah saatnya kita swasembada listrik !”. Solusi itu antara lain adalah penyediaan panel surya yang sangat murah karena dibuat dari material bekas. Para mahasiswa teknik perguruan tinggi mengajarkan dengan gratis bagaimana membuat panel tersebut kepada para pekerja bengkel di sekitar Jakarta.

Masyarakat sangat menyambut gembira solusi ini karena dapat menggantikan pasokan listrik sampai 20% – 50% setiap harinya, tergantung konsumsi dan besar panel surya yang dipasang di atap rumah dan tentu saja murah.

tekmira.esdm.go.id

foto: tekmira.esdm.go.id

(PB)

Kategori: Science & Technology
Ditandai: , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Keringanan Pajak bagi Anggota Bike To Work

Juli 13, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Metropolitan News.com

Keringanan Pajak bagi Anggota Bike To Work

Jakarta, 5 Oktober 2012

Sejak dihapuskannya subsidi BBM 100% oleh pemerintah, pada 5 Maret 2012 yang lalu diinformasikan oleh BPS (Biro Pusat Statistik) bahwa komunitas Bikers yang tergabung menjadi anggota Bike To Work (B2W) di Pulau Jawa telah menjadi 5 juta orang. Sementara itu, anggota Bike To School ( B2S) juga mulai melonjak menjadi 4 juta orang dalam waktu 2 tahun saja.

Gerakan ini telah menghasilkan efisiensi yang cukup baik sehingga tingkat konsumsi BBM menurun cukup besar. Dalam hal ini Pertamina sebagai penyulai terbesar BBM di Indonesia lebih banyak menjual Bahan Bakar fosil yang sudah mulai habis ini ini keluar negeri dari pada di konsumsi di dalam negeri.

Walaupun Indonesia bukanlah negara pencetus B2W, tetapi keberhasilan program ini mendapat perhatian dunia karena selain menghasilkan efisiensi BBM, juga menurunnya penggunaan kendaraan bermotor ini juga menurunkan kadar polusi udara. Namun hal ini belum cukup bagi Indonesia untuk mendapat penghargaan PBB yaitu ‘Global Warming Awareness Award’ (GWAA) seperti Singapura dan Swiss.

Mendapat GWAA berarti mendapat keringanan dan kemudahan dalam penetrasi bisnis global. Dalam rangka mendapatkan GWAA tahun depan, pemerintah mencanangkan program keringanan pajak bagi anggota B2W Indonesia. Keringanan ini diberikan dalam bentuk pengembalian pajak sebesar 25% pada saat melakukan Setoran Pajak Tahunan (SPT) di Kantor Pajak dengan mencantumkan nomor anggota B2W.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan animo masyarakat untuk menjadi anggota B2W dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor yang menggunakan BBM.

Walaupun program ini mendapat kritik keras dari berbagai kalangan termasuk dari DPR, namun pemerintah tetap akan mulai menjalankan program ini mulai akhir tahun ini.

(MN)

Kategori: Life & Social Activities
Ditandai: , , , , , , , , , , , ,

Sikap Pandai Menyiasati kenaikan harga dan BBM

Juli 3, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Pojok Opini: Harian Ibukota
Sikap Pandai Menyiasati Kenaikan Harga dan BBM
oleh Rio AP, Mahasiswa S3 UI

Jakarta, 31 Agustus 2010

Terus terang saya risih kalau ada orang yang meributkan masalah kenaikan BBM. Gak habis pikir gitu loh. Sepertinya bener kalau banyak orang bilang termasuk kita sendiri kalau orang Indonesia itu gak kreatif. Malah sebaliknya: malas dan destruktif.

Emangnya saya gak kesusahan dengan naiknya BBM ?. Susah brooo hidup ini, SUSAH. Amit – amit. Tapi apa karena itu kita jadi trus teriak ? protes ? demo ?. Kayaknya gak smart gitu jadi orang !. Kayaknya kalau ikut kok merasa jadi BODOH !.

Perubahan harga BBM itu kan haknya pemerintah. Ya toh !. Perubahan terjadi karena pengurangan subsidi yang selama ini meninabobokan masyarakat, selama ini MEMANJAKAN masyarakat. Seperti anak sekolah selama ini diantar jemput terus disuruh naik kendaraan umum. Seperti anak yang biasanya disuapin trus kemudian disuruh makan sendiri. Seperti orang yang biasa pakai pembantu terus pembantunya mudik. Seperti Bapak yang biasanya dijemput sopir naik mobil dinas setelah pensiun lupa kalau dia belum punya mobil pribadi sehingga harus naik sepeda motor anaknya.

Itu namanya orang kehilangan pegangan tapi gak punya cadangan / backup. Itu kan namanya perubahan habit. Perubahan kenyamanan. Perubahan beban. Setiap perubahan apapun kok masyarakat Indonesia selalu nolak. Apa orang Indonesia memang gitu ya ?.

Padahal masih banyak yang perlu ‘dikhawatirkan’ oleh manusia yang hidup dibumi ini yang lebih KRITIS dari pada sekedar kenaikan harga BBM. Misalnya masalah Hutan Indonesia yang semakin digunduli, masalah pemanasah Global, masalah korupsi yang belum keluar dari sistem. Yang itu – itu yang mengancam kehidupan kita kedepan. Nah yang kayak gini yang seharusnya bisa menggoncang kedudukan seorang Presiden !. Bukannya masalah BBM !. Kalau masalah BBM bisa menggoncangkan kedudukan seorang Presiden, bhwaaah !, (mau bilang betapa bodohnya masyarakat Indonesia, gak tega).

Saya pikir, sebaiknya cabut saja sekalian subsidi itu 100% !. Nah, sekarang bagaimana menyikapi secara benar perubahan tersebut. Nah saya mengumpulkan data perilaku dari manusia yang bereaksi secara pintar selayaknya manusia diberi otak oleh Tuhan.

Yang pertama dilakukan orang biasanya adalah mikir. Iya, mikir !. Tapi bukan berpikiran pendek. Tapi berpikir secara sistematis, yaitu memikirkan tindakan preventif Jangka Pendek, lalu tindakan Jangka Menengah, dan Jangka Panjang.

Kalo beban hidup seseorang naik, reaksi yang paling mudah adalah melakukan penghematan aatu efisiensi. Kalo biasa menggunakan kendaraan bermotor ngalor ngidul kemana mana, suka dugem, suka balapan, suka jalan jalan, nah sudah saatnya mengurangi, atau mulai lebih sering gunakan kendaraan umum. Kalau mobilnya boros, diiritkan atau pake kendaraan yang lebih irit. Kurangi aksi tancap gas.

Terus, mengurangi pegeluaran yang bersifat pemborosan lainnya. Menurunkan standar hidup, misalnya setiap hari makan ayam jadi seminggu dua kali. Mencari pos pendapatan lain ( yang halal temtunya). Buka usaha sampingan.

Kemudian reaksi yang berikutnya orang mulai mikir, tindakan selanjutnya yang lebih efektif apa ya ?. Temen saya yang pintar bilang begini: O, ya. Saya kan naik sepeda motor sendirian tiap hari. Bagaimana kalao saya ‘tukar’ sepeda motor saya dengan sepeda ?. Akhirnya dia menjadi anggota komunitas BIKE TO WORK (BTW) Jakarta.

Bagaimana kalau kita tambah satu komunitas lagi , yaitu Bike To School ? Jadi berkurang deh mobil antar jemput pribadi maupun kolektif. Aaaah… nantinya paling cuman ‘anak mami’ yang masih guna mobil jemputan.

Apa lagi ya ?. Salah satu teman saya yang tinggal di Bekasi kemudian berinvestasi, dengan membeli satu unit Rusunami yang lokasinya dekat dengan kantor. Katanya tahun depan dia sudah bisa berhemat biaya transportasi Jakarta – Bekasi, berhemat biaya ‘pegal-pegal’ Jakarta – Bekasi. Berhemat energi uang dan waktu selama kerjanya 20 tahun kedepan. Jadi selisih waktunya dia bisa rekreasi, jogging sore sore, fitness lebih lama.

Tau gak !, dampak dari adanya ratusan tower Rusunami di Jakarta apabila nanti tingkat huniannya bagus, maka juga akan berdampak efisiensi BBM. Bayangkan kalau pemerintah mengeluarkan Perda bahaw semua pekerja di Jakarta wajib berdomisili di Jakarta. Wah, betapa iritnya BBM, jalan tol Jakarta ke Bogor atau Bekasi bakalan lebih lowong. heheheh….

Trus, teman saya yang satu lagi yang tinggal dipinggir kota mengusulkan pada bossnya untuk kerja model SOHO. Karena sebagai seorang programmer, yang diperlukan darinya bukanlah sosok kehadirannya dikantor, tapi hasil kerja dan pemikirannya, maka bossnya mengijinkan dia kerja dirumah dan mengirimkan hasil kerjanya melalui internet untuk dikompilasi di Kantor. Meeting di kantor dilakukan hanya seminggu sekali. Beruntungnya teman saya ini, uang transportnya gak dipotong !. bweheheheh….. Berapa persen karyawan Jakarta yang bisa ‘dirumahkan’ tapi tetap produktif ?.

Apa lagi ya?, banyak lho kepintaran manusia ini yang bisa ditiru manusia lainnya yang bisa merubah destruktifitas menjadi efektifitas dan efisiensi.

O ya, saya dengar di sebuah kampung di Jawa Barat, berhasil mentransformasikan gas kotoran ternak menjadi gas untuk masak. Dan ini diimplementasi se kampung !. Hasil pengembangan dan kerjasama masyarakat dengan pihak Perguruan Tinggi. Pinter tuh ! Pinter !. Itu baru menggambarkan sikap pihak akademisi, membantu masyarakat memberikan solusi cerdas.

Temen saya yang memang sudah susah hidupnya, hanya bisa menambah amal dengan mulai membiasakan diri puasa Senen – Kemis. Tapi dia puas. At least usahanya tidak membuat orang lain sengsara. Sebenarnya tugas kita kita ini (yang sanggup main internet) memperhatikan teman teman kita yang lebih sengsara dari pada kita. Saya pikir sudah benar Tuhan memerintakan kita untuk menyisihkan sebagian rejeki kita untuk teman teman kita tersebut.

Nah jangka panjangnya gimana ?. Yang ini lebih bebas mikirnya. Yang jelas kita perlu mengembangkan energi alternatif. Misalnya pendanaan dari pemerintah untuk melanjutkan penelitian Blue Energi yang benar – benar efisien. Penggunaan Solar Cell di rumah rumah untuk mengganti paling tidak 50% atau lebih konsumsi listrik dirumah.

Jangan pemerintah mendanai untuk bikin kendaraan yang nota bene malah menggunakan energi yang sudah mau punah ini. Kalu memang mau mengembangkan alat transportasi, kembangkanlah alat transpertasi rapid massal. Kok kayaknya yang ini gregetnya gak nampak ya ? Padahal inilah yang dibutuhkan oleh masyarakat. Yang baru ada di Jakarta ya itu Busway. Proyek monorel malah ilang beritanya. Yang ada ‘rangkanya’ merusak pemandangan Jakarta. Tapi sabar, sabar. Mudah mudahan diterusin.

(bersambung)

Kategori: Opini
Ditandai: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Komunitas Bike To Work mencapai 5 juta orang, Produsen Mobil Kelimpungan

Juni 29, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Metropolitan News.com

Jakarta, 5 Maret 2012

Sejak meningkatnya urban Jakarta dengan terbitnya PerDa No. 10 tahun 2010 mengenai Ketentuan Domisili Pekerja di DKI harus berdomisili di DKI, selain tingkat hunian Rusunami melonjak tajam menjadi 100%, juga berdampak positif bagi transportasi Jakarta.

Dalam waktu 6 bulan lalu lintas Jakarta yang menjadi setiap hari Pamer Paha ( PAdat MERayap tanPA HArapan) sejak PerDa tersebut terbit, kini malah berbalik menjadi lancar. Dari hasil survey BPS ( Biro Pusat Statistik) ternyata Komunitas Bike To Work meningkat tajam dalam waktu 6 bulan ini, dari 500.000 orang menjadi 5 juta orang.

Tentu saja hal ini menggembirakan Gubernur DKI, karena untuk yang kedua kalinya beliau dipanggil ke Istana untuk mendapat Penghargaan Satya Lencana Pembangunan kedua, karena Efisiensi BBM di Jakarta meningkat kembali menjadi 75%.

Namun dibalik itu, Produsen Mobil menjadi kelimpungan. Dampak dari gerakan ini menyebabkan omzet penjualan mobil di Jakarta menurun hingga 80%. 90% Showroom – showroom mobil kini berubah menjadi Showroom – showroom sepeda. Pedagang sepeda di pasar pasar tradisional kini menjadi Jutawan baru.

Besok, akan diadakan rapat Tingkat Menteri, untuk mengatasi masalah mobil ini. Menurut Jubir Presiden, Presiden akan memaksa produsen mobil untuk banting setir menjadi produsen kendaraan massal, seperti kereta api, bus, subway, dll.

(MN)

Kategori: Life & Social Activities
Ditandai: , , , , , , , , , ,

Tingkat Hunian Rusunami mencapai 100%, Efisiensi BBM mencapai 30%

Juni 29, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Property Daily.

Jakarta, 12 February 2011

Sejak dikeluarkannya Peraturan Daerah DKI No. 10 tahun 2010 mengenai Ketentuan Domisili Pekerja di DKI, tingkat hunian Rusunami melonjak tajam hingga mencapai 100%. Hal ini tentu saja menggembirakan Pemerintah Daerah, terutama Gubernur DKI.

Peraturan Daerah yang mengatur bahwa Setiap pekerja di Jakarta wajib berdomisili di kota Jakarta, menyebabkan sebagian besar penduduk Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, yang menjadi pekerja dan karyawan di DKI-Jakarta melakukan migrasi ke Jakarta dan membeli Rusunami.

Kini, Pemda DKI merencanakan akan membangun 150 tower lagi di Jakarta mengingat masih banyaknya permintaan hunian dari urban luar Jakarta yang bekerja di DKI.

Gubernur DKI besok akan menerima Penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden atas jasanya mensukseskan proyek Rusunami, dan Efisiensi BBM dikarenakan jumlah transaksi transportasi tol luar kota Jakarta menurun drastis.

(PD)

Kategori: Life & Social Activities
Ditandai: , , , , , , , ,

Blue Energy diakui sebagai Bahan Bakar Resmi Penggganti BBM

Juni 19, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jakarta, February 2018

Setelah mengalami penundaan selama 10 tahun, akhirnya Blue Energy diakui oleh pemerintah sebagai Bahan Bakar Resmi pengganti BBM yang sudah sangat langka dan mahal.

Setelah subsidi BBM dicabut 100 persen, beberapa tahun yang lalu, krisis energy menjadi isu nomor satu di Indonesia. Namun setelah sekian lama tidak ada solusi alternatif yang disediakan, Blue Energy yang selama ini dianggap mimpi dan diacuhkan, akhirnya dikembangkan oleh swasta: PT. EnergiBiru.

Bahan Bakar yang telah berhasil diujicobakan pada tahun 2009 namun tidak dapat diimplementasikan secara massal terkait infrastruktur dan dukungan.

Namun setelah perusahaan energy raksasa CarbonCorp mengambil alih lisensi dan mendirikan jutaan depot pengisian bahan bakar ini di seluruh Indonesia, bahan bakar ini mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari masyarakat. Hanya dalam waktu 3 tahun, CarbonCorp dan PT Energi Biru telah mencapai Break Even Point biaya riset dan investasi yang kemudian menjadi raksasa baru korporasi dunia.

Bahan bakar yang menggunakan teknologi water splitting ini saat ini menjadi sangat mudah didapat adalah dambaan masyarakat, selain harganya yang jauh lebih murah, tetapi juga mudah didapat, aman lingkungan dan membuat kendaraan menjadi lebih awet.

Namun sayang, energi ini kemudian harus dikuasai oleh pihak swasta karena apresiasi yang rendah pada awal penemuannya.

CarbonCOrp saat ini sedang mendanai proyek pengembangan alternatif energi baru yang dilakukan oleh PT EnergiBiru.

(GNI)

Kategori: Science & Technology
Ditandai: , ,