Metropolitan News.
Jakarta, 5 Januari 2009
Masyarakat Indonesia ternyata tertarik dengan masalah Gay. Film ‘Gay’ yang disutradarai oleh Bung Hanung Pramantyo ternyata laku keras. Seperti halnya Ayat Ayat Cinta, film ini diserbu oleh penonton yang sebagian besar ibu ibu.
“Saya tidak ingin anak saya menjadi gay, jadi saya ingin tahu mengenai dunia mereka” komentar beberapa ibu ibu yang datang.
Film ‘Gay’ sendiri sebenarnya bercerita tentang perjalanan hidup seorang pria yang dahulunya bukan gay. Lukman Sardi sebagai pemeran utama mengatakan “Ceritanya unik dan menarik. Ini yang membuat saya tertarik memerankan Samsudin sang Gay”. Lanjutnya “Tokoh ini pada dasarnya bukan gay. Namun dia menjadi gay karena selama hidupnya setelah menikah dikekang oleh kecemburuan istrinya yang tidak menentu.”
“Bayangkan !” kata Anissa pemeran istri Samsudin “ Jangankan bicara sama perempuan, melirik wanita saja tidak boleh !. Baik itu dirumah, dijalan bahkan dalam pekerjaan”.
“Akhirnya, karena tokoh ini tidak pernah bergaul dengan wanita, setiap hari bergaul dengan pria, timbullah hasratnya kepada pria. Apalagi ternyata istrinya tidak mengerti dan terkadang menolak hasrat suami yang libidonya ternyata cukup tinggi”. Komentar Lukman.
“Samsudin yang malang” komentar Daeng Cotto pemilik Franchise Coto Makasar yang dalam satu saat mengajak ketiga istrinya nonton di Megaplex.
(MN)
Kategori: Entertainment
Ditandai: ayat, bioskop, Cinta, coto, film, gay, Hanung, ibu, istri, lukman, makasar, Megaplex, sardi
PERINGATAN !
TAK SATUPUN ARTIKEL DI BLOG INI ADALAH KENYATAAN. MEREKA SEMUA CUMA HAYALAN PENULIS. MOHON PERHATIKAN BLOG INI BAIK _ BAIK. JUDUL, TANGGAL dan KETERANGAN DI ABOUT.
Buat teman teman yang agak kurang memperhatikan tujuan dibuat blog ini ( judul, tanggal, about), saya mintaa maaf apabila merasa tertipu bila menganggap tulisan tulisan di blog ini adalah kenyataan. Mereka semua hanya hayalan!.
Terimakasih atas perhatiannya.
Salam
Papario.
********************************************************************************************
BizToday
New York, 24 April 2009
Hanung Bramantyo dan Kang Abik ( Habiburrahman El Shirazi) boleh merasa sangat puas. Idealisme untuk membuat novel Ayat Ayat Cinta menjadi fiksi kelas dunia menjadi kenyataan.
Bagaimana tidak, pada saat Kang Abik sang penulis mendapat penawaran dari Marc Foster sutradara film nominator Oscar “The Kite Runner” ( dari novel karangan Khaled Hosseini) yang sukses untuk membuat remake film Ayat Ayat Cinta, beliau langsung setuju dan mengajak serta Sutradara Hanung Bramantyo untuk terlibat.

Penulis dan Hanung Bramantyo
“Saya sangat gembira atas penawaran Marc karena idealisme saya yang belum tercapai, kini dapat saya wujudkan” kata Bung Hanung kepada penulis.
“Akhirnya novel saya yang mengandung dakwah Islam tembus hollywood” kata Kang Abik.
“Ayat Ayat Cinta adalah sebuah novel luar biasa. Masyarakat dunia harus menyaksikan sebuah kemurnian cinta yang universal” kata Mark Foster. Dibawah bendera Universal Pictures, Marc memberi kesempatan Bung Hanung untuk menyutradarai filem ini. Marc akan menjadi produsernya saja.
Para kritikus filem Indonesia memberikan pujian kepada filem ini. “Saya beri empat jempol untuk Remake Ayat Ayat cinta”. Mulai dari pemeran yang memberikan karakter yang hebat, sinematografi yang mampu menampilkan adegan yang menyentuh bahkan isi pikiran dari setiap tokoh dengan baik, pemandangan atau panorama mesir yang luar biasa ditampilkan begitu indah, kostum yang sempurna, penggunaan bahasa asli yang indah, membuat film ini layak dijadikan sebuah masterpiece” komentar Deddy Mizwar.
Kesuksesan filem ini tidak perlu diragukan lagi. Tercatat 3 juta penonton pada 3 hari pertama pemutaran perdana di seluruh Indonesia dan berhasil menembus box office hollywood selama 3 minggu.
Novel Ayat Ayat cinta yang baru selesai disadur dalam berbagai bahasa, laku keras di AS, Pakistan, Inggris, Perancis dan Malaysia.
(BT)
Kategori: Entertainment
Ditandai: Abik, AS, ayat, box, bramantyo, Cinta, dakwah, deddy, dunia, fiksi, foster, habiburrahman, Hanung, holywood, Hosseini, idealisme, Inggris, Islam, Khaled, Kite, Malaysia, marc, masterpiece, mizwar, novel, office, Pakistan, Perancis, remake, Runner, sinema, sutradara, universal
Jakarta, 25 Juli 2010
Pada ajang penghargaan sinema dan Sinetron terbaik yang diselenggarakan selama semester I tahun 2010 lalu, dari 4 Award yang diselenggarakan, yaitu CSTV Award, BAFS Award, DeMizward Award dan Poonjabe Award, Sinetron Cinta Kipli meraih keempat Award tersebut sekaligus. Bahkan versi Layar Lebar Cinta Kipli diramalkan akan memenangkan Festival Film Indonesia yang akan diselenggarakan bulan depan.
Sinetron ini barupun diputar 10 episode, sudah mengalahkan sinetron – sinetron papan atas favorit tahun lalu, Cinta Vivi, Cinta Melati, Cinta Monyet, Cinta Buta dan Cinta Mati.
Sinetron Cinta Kipli — yang diciptakan oleh pengarang novel Rayhamar — merupakan spin off dari tokoh film dan sinetron ‘Kiamat sudah Dekat’ : Kipli. Di sinetron ini Kipli menjadi tokoh utama. Menceritakan tentang Usaha Kipli mencari Ayahnya yang dikabarkan kerja di Malaysia. Atas kebaikan hati Fandi yang Band nya mau tur ke Malaysia, Kipli pun diajak. Disana Kipli malah diculik karena disangka putra Milyarder Malaysia untuk dimintai uang tebusan.
Sinetron ini sangat digemari anak anak, remaja maupun orang tua, karena selalu menyajikan kejutan dan rasa penasaran di setiap akhir episode. Sinetron ini ber genre drama komedi action.
(Entertainment Monthly!)
Kategori: Entertainment
Ditandai: Award, Cinta, Kiamat, Kipli, Malaysia, Sinetron