Entries tagged as ‘menteri’
Entertainment Today !
Jakarta, 1 September 2011

Picture from www.e-smartschool.com
Film yang ditunggu tunggu akhirnya selesai diproduksi : The Legend Of Malinkundang buatan Disney Pictures. Pada hari minggu besok premiere akan dilakukan serentak di seluruh AS. Namun sayang Indonesia baru dapat memutar film ini dua minggu lagi.
Bagi Indonesia ini adalah satu kebanggaan karena setelah sekian lama Disney membuat film animasi dari berbagai bangsa, baru kali ini Indonesia dapat menduniakan salah satu legendanya.
Atas usaha dari Bapak Yogianto P, Menteri Kebudayaan RI, Depertemen Kebudayaan berhasil menggolkan satu dari beberapa legenda yang diusulkan ke Disney Pictures. Legenda legenda yang diusulkan adalah Roro Jonggrang, Telaga Warna, Ken Arok & Ken Dedes, Sangkuriang serta yang terpilih, Malinkundang.
Brendan Fraser ( ‘George Of The Jungle’, ‘The Mummy’ )sebagai pengisi suara Malinkundang pada saat mendapat penawaran sebagai pengisi suara, tertarik lalu langsung meninjau lokasi legenda di Sumatera Barat selama 1 bulan bersama tim animator. Brendan kagum akan budaya Indonesia yang ternyata beraneka ragam dan dilestarikan dengan baik.
Pak Yogi dapat berbesar hati karena salah satu legenda yang tidak gol di Walt Disney malah mendapat ijin produksi oleh Universal, yaitu Legenda Sangkuriang. Namun film animasi baru akan selesai produksi tahun depan.
(ET!)
Kategori: Entertainment
Ditandai: animasi, brendan, Disney, film, fraser, Indonesia, Legend, Legenda, malinkundang, menteri, movie, Pictures, Sangkuriang, sumatera
Klenik.com
Yogyakarta, Juni 2040
Sejak Tenggelamnya Jakarta akibat kenaikan permukaan air laut dan tsunami, maka Ibukota Indonesia yang telah dipindahkan ke Yogyakarta perlu didevelop kembali agar tidak tertinggal dengan negara lain. Terutama dengan adanya Kosmopolitan Award dari PBB yang akan diumumkan bulan depan, Presiden Indonesia menyatakan tekadnya agar Award tersebut jatuh ke tangan Indonesia bagaimanapun caranya.
Maka beliau menugaskan Menteri Teknologi Indonesia, Profesor Jousuf Habibah untuk menjawab tantangan ini. Tantangan ini diterima dengan terpaksa oleh Menteri – dimana dalam waktu satu bulan Yogyakarta sudah harus menjadi kota Metropolitan terbesar di Dunia.
Akhirnya Selasa lalu setelah berkolaborasi dengan Menteri Kebudayaan DR. Sri Suparti, diadakan Summit Meeting yang berjudul : ‘Meet The Demit’ di Yogyakarta. Dalam Meeting itu, Menteri Teknologi Indonesia, Profesor Jousuf Habibah menandatangani kerjasama dengan Menteri Tenaga Kerja Kerajaan Demit dalam rangka percepatan pembangunan kota Yogyakarta menjadi kota Metropolitan tercanggih untuk mengalahkan New York, Hongkong dan Singapura.
Perjanjian ini berisi pengerahan masa Kerajaan Demit baik yang ada di Laut selatan maupun yang ada di Gunung Merapi untuk pembangunan Pencakar Langit 10.000 tower dan satu Malioboro Tower sebagai Menara tertinggi didunia dalam waktu satu bulan.
“Saya mencoba untuk napak tilas sejarah Pembangunan Candi Borobudur atau Perahu Sangkuriang” kata Ibu Sri Suparti. “Kalau dulu bisa, kenapa sekarang tidak bisa ?”.
Sebagai pertukaran, maka Negara Indonesia menyumbangkan 10.000 tumpeng selama 7 hari 7 malam di pantai laut selatan dan Gunung Merapi. Besok, Gubernur Yogyakarta telah menyediakan 1000 tumpeng sebagai panjar / uang muka.
(GNI)
Kategori: Social Economy
Ditandai: Award, demit, Hong Kong, Indonesia, kosmopolitan, malioboro, menteri, merapi, New York, PBB, Presiden, Singapura, teknologi, tumpeng, yogyakarta
Entertainment Today
Jakarta, 1 Januari 2014
Hari ini Menteri Penerangan meresmikan Televisi Konsumen (TVK) yang pertama di Indonesia. Stasiun yang dimiliki oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) setelah menyiarkan siaran percobaan selama 3 bulan ternyata mendapat sambutan baik masyarakat.
Ditengah persaingan bisnis informasi dan hiburan melalui televisi, TVK hadir menyajikan nuansa yang berbeda. Materi program acara sepenuhnya adalah edukasi yang sehat kepada masyarakat sebagai konsumen di seluruh bidang. Seperti bidang kesehatan, bidang transportasi, bidang telekomunikasi, bidang jasa dan lain lain.
Dari hasil questioner program yang didapat, beberapa acara favorit konsumen dalam siaran percobaan yang lalu antara lain edukasi mengenai produk makanan, bahan makanan, makanan kalengan, jajanan dan suplemen yang tidak sehat atau tidak memenuhi syarat, edukasi mengenai obat – obatan yang tidak memenuhi syarat, edukasi mengenai mainan (plastik) yang berbahaya buat anak anak, edukasi mengenai game – game komputer dan console yang tidak baik buat anak anak.
Komentar positif datang dari masyarakat. “Selama ini informasi seperti ini tidak mudah saya dapatkan. Informasi ini sangat bermanfaat buat keluarga saya. Terimakasih TVK” kata Sugeng salah satu pemirsa TVK.
“Memang selama ini informasi yang kami sebarluaskan tidak banyak sampai ke masyarakat. Media yang kami gunakan hanya media below the line, misalnya Majalah Konsumen bulanan, hanya menjangkau masyarakat terbatas” ujar Ketua YLKI. “Setelah mendapat dana dari Lembaga Konsumen Inggris dan Amerika, akhirnya melalui media above the line ini (red: televisi) informasi YLKI dapat menjangkau sampai ke pelosok – pelosok.
TVK saat ini belum mendapat dukungan luas. Baik dari pemerintah, maupun lainnya. Sangat sedikit iklan yang ditayangkan. “Kami masih selektif dalam menyajikan iklan. Beberapa iklan memang perlu dirubah penyajiannya agar sejalan dengan misi kami: Memberi Perlindungan kepada Konsumen Indonesia”.
Sebaliknya, banyak juga lembaga yang tertarik untuk bergabung dengan TVK. Misalnya LSF (Lembaga Sensor Film), BPS (Biro Pusat Statistik), YLKAI (Yayasan Lembaga Konsumen Asuransi Indonesia). “Tidak masalah” kata Ketua YLKI, “Selama materi informasi tetap berkaitan dengan perlindungan konsumen. Dalam hal ini adalah masyarakat Indonesia”.
(ET).
Kategori: Business · Entertainment
Ditandai: above, anak, below, bisnis, console, edukasi, favorit, game, hiburan, iklan, Indonesia, industri, informasi, jajanan, komputer, konsumen, makanan, media, menteri, obat, pelosok, pemerintah, penerangan, questioner, siaran, stasiun, suplemen, syarat, televisi, YLKI